Kasihmu

Ku biarkan kaki ini melangkah,

menerobos lorong-lorong waktu,

membentur dinding nurani,

…… Ibu…,

begitu wangi hatimu,

merekah harum dihatiku,

…… Ibu…,

kasihmu sampai ujung maut menjemput

(untuk seseorang yang mengantarkan buah hatinya ke stasiun, meski sang buah hati sudah dewasa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s